PENGARUH FLUIDA KERJA CAMPURAN AIR – ASETON TERHADAP KINERJA PERPINDAHAN PANAS PADA PIPA KALOR
Kata Kunci:
pipa kalor, fluida kerja, filling ratio, screen meshAbstrak
Pipa kalor adalah sebuah teknologi penghantaran panas dengan menggunakan pipa berukuran tertentu yang berisi cairan
khusus sebagai penghantar panas dari ujung yang panas ke ujung lain sebagai fluida kerja. kinerja perpindahan panas
pipa kalor dengan panjang 400 mm dan diameter 9,5 mm menggunakan fluida kerja campuran air – aseton telah selesai
di teliti. Fluida kerja yang digunakan adalah fluida campuran air – aseton dengan rasio koensentrasi 50% : 50% dan
filling ratio sebanyak 10% dari total volume pipa kalor. Penelitian mengenai pipa kalor telah dilakukan dengan variasi
sudut kemiringan 0o, 45o, dan 90o. Pemberian beban panas juga divariasikan dari 3 W, 4 W, 5 W dan 6 W untuk
mempelajari pengaruhnya terhadap kinerja perpindahan panas pipa kalor. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi
heat input dan sudut kemiringan, akan memberikan pengaruh semakin rendah hambatan termal dan semakin tinggi
koefisien perpindahan panas pada pipa kalor. Pipa kalor dengan menggunakan fluida kerja campuran air – aseton dapat
mereduksi temperatur evaporator rata – rata 63,68 oC, dengan hambatan termal rata - rata 6,71 oC/W, dan koefisien
perpindahan panas tertinggi rata – rata 126,01 W/m2 oC.




