EFEK VARIASI WAKTU PENUMBUHAN SECARA HYDROTHERMAL TERHADAP KETERATURAN NANOROD ZINK OKSIDA

Penulis

  • Marjoni Imamora Ali Umar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar

Kata Kunci:

ZnO nanorod, morfologi, keteraturan nanorod, nanogenerator, Sel Surya DSSC

Abstrak

Efek variasi waktu penumbuhan ZnO secara hydrothermal terhadap keteraturan Nanorod dilaporkan dalam artikel ini.
Konsentrasi larutan penumbuh ZnO Nanorod yang digunakan adalah 0.04M Zn (NO)3.H2O pada suhu 90°C. Waktu
penumbuhan ZnO nanorod dilakukan dengan 5 variasi waktu yaitu 0.5 jam, 1 jam, 2 jam, 4 jam, dan 8 jam yang
dilambangkan dengan T0.5, T1.0, T2.0, T4.0, dan T8.0. Sampel yang dihasilkan dikerakterisasi dengan field emmisision
scanning electron microscopy (FESEM), dan X-ray diffraction (XRD) yang masing-masing untuk melihat morfologi dan
struktur ZnO nanorod yang dihasilkan. Data FESEM menunjukkan bahwa umumnya diameter dan ketinggian meningkat
dengan peningkatan waktu penumbuhan. Disamping itu, keteraturan nanorod juga semakin baik seiring penambahan
waktu penumbuhan. Keteraturan ZnO nanorod yang paling baik terbentuk pada waktu penumbuhan T1.0 dengan
persentase rata-rata kecondongan nanorod yang terjadi adalah 6.0 ± 1.0 %. Sementara itu, sample T2.0-T8.0 menunjukkan
rod yang terbentuk sudah mulai melebihi 100 nm sehingga tidak dapat digolongkan ke dalam ZnO nanorod. Aplikasi ZnO
nanorod dengan variasi waktu penumbuhan ini sebagai nanogenerator dan fotoanod dalam piranti dye sensitized solar cell
juga dibahas dalam artikel ini.

Unduhan

Diterbitkan

2020-03-31

Cara Mengutip

Marjoni Imamora Ali Umar. (2020). EFEK VARIASI WAKTU PENUMBUHAN SECARA HYDROTHERMAL TERHADAP KETERATURAN NANOROD ZINK OKSIDA. Jurnal Sains Dan Teknologi, 19(1), 1–6. Diambil dari https://jst.ejournal.unri.ac.id/index.php/JST/article/view/26