ANALISIS DAYA LISTRIK YANG DIHASILKAN MICROBIAL FUEL CELL DENGAN VARIASI WAKTU INKUBASI DAN CAMPURAN SUBSTRAT

Penulis

  • Andy Nugraha Universitas Lambung Mangkurat
  • Aji Nihin Universitas Lambung Mangkurat
  • Apip Amrullah Universitas Lambung Mangkurat
  • Nizar Ramadhan Universitas Lambung Mangkurat
  • Pathur Razi Ansyah Universitas Lambung Mangkurat

Kata Kunci:

microbial fuel cell, daya listrik

Abstrak

Kebutuhan masyarakat akan energi listrik terus meningkat setiap tahun. Di masa depan, kebutuhan listrik akan semakin bertambah seiring dengan pertumbuhan populasi, investasi, dan kemajuan teknologi, termasuk perkembangan di sektor pendidikan di semua jenjang. Untuk memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat, pemerintah terus berupaya mengembangkan teknologi dan membangun pembangkit listrik. Salah satu teknologi pembangkit listrik adalah microbial fuel cell. Microbial fuel cell adalah sistem bio-elektrokimia yang memanfaatkan metabolisme alami mikroba untuk menghasilkan listrik. Dalam penelitian ini, microbial fuel cell menggunakan berbagai substrat, termasuk air cucian beras, kulit pisang kepok, serta campuran keduanya, dengan masa inkubasi 3, 5, dan 7 hari. Penelitian menunjukkan bahwa campuran kulit pisang kepok dan air cucian beras menghasilkan rata-rata 67.086 mW daya listrik, yang lebih tinggi dibandingkan substrat air cucian beras atau kulit pisang kepok secara terpisah.

Unduhan

Diterbitkan

2024-03-30

Cara Mengutip

Andy Nugraha, Aji Nihin, Apip Amrullah, Nizar Ramadhan, & Pathur Razi Ansyah. (2024). ANALISIS DAYA LISTRIK YANG DIHASILKAN MICROBIAL FUEL CELL DENGAN VARIASI WAKTU INKUBASI DAN CAMPURAN SUBSTRAT. Jurnal Sains Dan Teknologi, 23(1), 1–5. Diambil dari https://jst.ejournal.unri.ac.id/index.php/JST/article/view/12